Selasa, 05 Maret 2013

"CINTA DI SEBUNGKUS KARMA"

“ Tok tok tok”, bunyi ketokan pintu. “ Dimas, Asta, ayo bangun, sudah siang tau!”. Fahmi yang sudah siap berangkat ke kampus, menyempatkan diri membangunkan kedua sepupunya.
“Dimas, terlahir sebagai seseorang yang cuek, manis, dan tampan, sementara Asta sebagai karakter yang maco, cool, dan rupawan. Sedangkan aku, aku norak, pemalu, pokoknya cupu gitu”. Kata-kata itu selalu hadir dalam benakku.
Dimas dan Asta memang lebih dari Fahmi, tapi mereka adalah tipe cowok yang playboy dan Killer Girls, lain dengan Fahmi, walaupun norak tapi hatinya sangat baik. Dimas dan Asta sangat merasa kasihan kepada Fahmi, karena tak satupun cewek yang suka apalagi mau pacaran dengan Fahmi.
“Fah, kamu harus belajar menjadi cowok yg keren jangan norak gitu. Dari pakaianmu, potongan rambut, sampai cara jalan kamu, persis orang tua.” Kata Dimas. ”Iya betul, kami tidak bisa melihat kamu seperti ini.” Sambung Asta. “ Itu style kalian, aku punya gaya tersendiri kawan” jawab Fahmi sambil menonton TV.
“Aku memang norak, tapi apakah kalian mau mengajariku un tuk itu ?” Jawab Fahmi lagi.” Untuk saudara kesayanganku kami pasti mau sob !” Jawab Dimas serius.
Setelah seharian belajar, walaupun grogi Fahmi muali merubah sikapnya. Keesokan harinya, dikampus Asta menanyakan soal target Fahmi. “Targetku hanya dua orang, yang pertama Dian, kalau gagal aku bakal coba nembak Remi” jawab Fahmi semangat.
Fahmi, Dimas, dan Asta mulai mendekati target pertama yang sedang duduk didepan kantin. Fahmi pun akhirnya disuruh mendekati target sendirian. Dengan gugup perlahan dia mendekati Dian, sambil duduk di depannya. “ Hay, gua Fahmi, boleh kenalan kan ?” kata Fahmi gugup dan terbata-bata. Dian tampaknya mulai tak senang dengan datangnya Fahmi, lalu berkata ”Hey kalau mau kenalan ngaca dalu dong” sambil memberikan sebuah cermin kepada Fahmi.
Dimas dan Asta mulai kecewa. Tapi mereka masih berharap agar target kedua bisa berhasil dengan sempurna. Mereka bertiga mulai mendekati target yang sedang online disalah satu Bar Warkop di dalam lokasi kampus. “ Hey, aku Fahmi boleh kenalan gag, aku juga pengen ngobrol-ngobrol sedikit tentang makanan kesukaan aku” kata Fahmi basa-basi.” Aku tuh paling suka makan mie. Soalnya dia tuh kriting-kriting sama kaya’ rambut kamu !” sambung Fahmi lagi. “ Hey, kamu jangan ngaco’ rambut aku tuh ombakan, bukan kriting, badan kamu ajah tuh yang kurang vitamin.” Kata Remi sambil bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Keesokan harinya Fahmi bertemu dengan Dian dan Remi yang sedang berjalan menuju kelas kemudian dia menyapanya. Tapi sapaan Fahmi direspon dengan tidak enak oleh mereka berdua sambil berkata “Sebaiknya mulai sekarang kamu tidak usah lagi gangguin kita lagi, karena kami sudah punya Duo Star di kampus ini. Duo Star dikampus yang dimaksud adalah dua cowok yang paling banyak orang mengaguminya, yang tak lain adalah Dimas dan Asta sendiri.
Bergegas Fahmi mencari kedua sepupunya tersebut. “Kalian gila yah, kalian tahu kan aku itu suka banget sama Dian dan Remi tapi kenapa kalian pacaran sama mereka ?” Tanya Fahmi kecewa. “ Kamu jangan khawatir” jawab Dimas. “ Kami cuma mau beri mereka pelajaran, Karena sudah menyakitimu” sambung Asta.” Kalian tidak usah ikut campurin urusan aku, karena aku bisa kog, atasi ini sendirian.” Jawab Fahmi. “ Kamu diam disitu dan tenang, kami hanya ingin membalas apa yang telah mereka lakukan kepadamu, gag lebih.” Jawab Dimas jujur. Tapi dibalik pembicaraan mereka bertiga, ternyata ada seseorang yang nguping percakapan mereka dan tanpa disadari oleh Fahmi maupun kedua sepupunya. Dia adalah Selly, sahabat sejak kecil Dian maupun sepupunya Remi.
Selly yang mendengar semua percakapan Fahmi kemudian memberitahukan apa yang telah ia dapatkan kepada Dian dan Remi, tapi dia tak mendapatkan respon positif sedikitpun. “ Sell, kalau kamu tidak suka dengan hubungan kita, kamu tidak usah mencela Duo Star tersebut.” Jawab Dian atas pernyataan yang disampaikan oleh Selly. “ Emang sih, mereka berdua dikenal sebagai cowok yang suka ganti-ganti pacar, tapi kami yakin kalau dia tidak akan melakukan itu kepada kami, karena dia telah berjanji pada kita-kita.
Malamnya Dimas meminta kepada Remi untuk ketemuan di sebuah café. Disana Dimas minta putus kepada Remi, dengan alasan bahwa dia merasa tidak bisa menjadi yang terbaik untuk Remi. Setelah mengatakan hal tersebut, ia langsung keluar dari café, dan kemudian langsung menelpon Asta. “Gimana misi kamu, sukses kan? Sekarang aku juga sudah sukses nih! Ok, aku langsung pulang kerumah yah?” Kata Dimas saat menelpon Asta.
Dua hari kemudian, Selly yang datang berkunjung kerumah Dian dan Remi tiba-tiba kaget melihat kedua sahabatnya tengah menangis sampai-sampai kedua matanya bengkak. ”Sudah gua bilang kan, tau gag kalian berdua itu sudah nyakitin hati adik kesayangan Dimas dan Asta tersebut, dah kapok kan?” Kata Selly sambil beranjak berangkat ke kampus.
Dikampus, Fahmi yang jadwal mata kuliahnya sudah kelar, berangkat menuju Perpustakaan” Pelajaran dah kelar, dari pada cabut mending ke perpus dulu kali yah, sekalian nyari ensiklopedi buat bahan presentasi besok” Kata Fahmi pelan. Sesampainya disana, dia langsung mencari buku yang dia maksud, tapi setelah menemukan buku tersebut tiba-tiba seseorang juga ingin menggunakan buku tersebut, setelah menatap wajah orang tersebut, Fahmi langsung terdiam seperti orang yang sedang kaget, ternyata orang tersebut adalah Selly, dan akhirnya mereka berdua rebutan, sepertinya mereka berdua sangat membutuhkan buku tersebut.” Heh, kamu ttuh kenapa ssih, asal ceplos ajjah, yang dulan ambil nnih buku kan aku” kata Fahmi ngotot.“ Tapi paling tidak kan kamu tuh harus ngalah, km kan cowok” jawab Selly.”Kalau begitu gini ajah, setelah aku sudah pakai nih buku aku akan kasih langsug kekamu, gimana?” sambung Fahmi.”Yasudah, aku gag mau tau, besok kamu harus ngasih tuh buku ke aku pagi-pagi” jawab Selly lagi. Karena kelicikan Fahmi, dia mampu meminjam buku tersebut terlebih dahulu.
Disisi lain, Dian dan Remi sedang merancang strategi agar mereka dapat balikan dengan Dimas dan Asta. Dan pada akhirnya mereka pun sepakat untuk meminta bantuan Selly.
Keesokan harinya Fahmi yang datang agak lebih cepat dari biasanya, berlari menuju depan perpustakaan 2 bagian barat kampus.”Eh…. sorry…. Aku telat yah?” kata Fahmi tergesa-gesa.”Gag usah ngomong, emang dah kebiasaan kamu kan telat kekampus, mana bukunya?”. Jawab Selly lantang.”Yaudah, ini bukunya.. Tapi ngomong-ngomong kamu ada waktu luang dikit gag tar malam, hmmmmb, buat dinner?” tanya Fahmi.” Hhhhmmm, gimana yah,,, mungkin ada sih… Tapi gaboleh agak kemalaman baliknya?”balas Selly lagi agak kel.hatan kesal.
Malamnya, dicafe mereka berbincang tentang kehidupan Fahmi. Tapi setelah Fahmi mendapatkan kesempatan, dengan gugup pun dia akhirnya mampu menembak Selly.”Sell, kamu mau gag, jadi!!”tanyanya gugup dan terbata-bata.”Jadi apa?” tanya Selly menggertak. Dan kemudian Fahmi menjawab dengan cepat“ jadi pacarku??”. Selly terdiam ”Kalau bukan karena dendam Dian dan Remi, aku tidak bakalan mau jadi pacar kamu”. Beberapa menit kemudian, Selly langsung menjawab”Ia aku mau, tapi kamu jangan genit!”.
Hari demi hari mereka lalui bersama, dikampus maupun diluar kampus mereka sangat sering jalan bareng. Tapi Selly terlihat hanya memanfaatkan Fahmi. Dimas dan Asta setiap hari melihat perbuatan egois Selly terhadap Fahmi. Sampai pada suatau hari, Fahmi mendapat teguran dari Dimas agar Fahmi bertindak tegas pada Selly ”Fah, seharusnya kamu itu harus bisa melawan apa yang telah diperlakukan Selly sama kamu, kamu itu cowok, kamu harus lebih tegas sedikit!” Kata Dimas keras. “Apapun yang kamu bilang, semuanya tidak akan merubah sikap aku terhadap dia, aku sudah cukup bahagia seperti ini walaupun dia bersikap seperti itu kepada aku” jawab Fahmi mengelak.
Keesokan harinya, Asta yang sudah tidak bisa menahan amarahnya atas perlakuan Selly, akhirnya mengambil langkah tegas. “Hey…. Kamu bisa tidak merubah sikap kamu, kamu itu sangat egois, tahu tidak?” Tegur Asta. Selly hanya menatap mata Asta dan terus menerobos melewati Asta yang sedang berada didepannya tanpa sepatah katapun.
Diperpustakaan, Selly terus memikirkan kata-kata Asta, dia terdiam dan melamun sambil inrospeksi diri. Tak lama kemudian tiba-tiba HPnya bergetar dan langsung mengangkatnya. ”Sell, sebentar malam ada waktu tidak, aku ingin mengajak kamu dinner!”. Kata Fahmi. “Yah sudah, kayaknya sebentar malam jadwal aku kosong, jadi tidak ada salahnya kita keluar.” Jawab Selly. “ Ok, terima kasih banget, jadi sebentar malam aku jemput dirumah kamu dahh…!”. Sambung Fahmi lagi.
Malamnya Fahmi yang sudah berjanji akan mengajak Selly dinner, akhirnya mulai bergegas meninggalkan rumahnya dengan menggunakan sebuah motor berjalan menuju rumah Selly. Sesampainya dirumah Selly, dia langsung menelpon Selly lagi. Tapi tidak ada yang ngangkat panggilan tersebut. Fahmi kebingungan, lalu dia langsung manuju pintu masuk. Saat dia mengayunkan tangannya untuk mengetuk pintu,
tiba-tiba pintunya langsung terbuka. Fahmi terdiam melihat penampilan Selly yang super cantik pada malam itu. Beberapa menit kemudian, mereka langsung menuju Café tempat mereka akan dinner.
Sesampainya disana, Fahmi langsung memesan makanan dan memberikan kuotanya kepada Selly. Acara dinner mereka berdua terasa sangat sepi, karena mereka berdua hanya diam dan kadang hanya bertatap mata saja, terasa kurang romantis. Tak lama waktu terasa hingga menunjukkan jam 9 malam. Mereka berdua bergegas dan langsung menuju parkiran untuk segara pulang. Tapi ditengah jalan Fahmi menghentikan laju motornya, dan mengajak Selly ke suatu tempat. Fahmi mengambil sehelai kain hitam dan menutup mata Selly.
Fahmi memasukkan tanganya kedalam kantung celananya dan berkata “Sell, sekarang kamu boleh buka matamu”. Dengan sangat terharu dan senang, Selly hanya bisa terdiam saat Fahmi memberikan sebuah cincin kepada Selly. “Fah, terimah kasih banget yagh, aku gag nyangka kamu seromantis ini.” Kata Selly kemudian. “Iya, aku akan melakukan apapun untuk membuatmu bahagia, karena kebahagiaan kamu itu kebahagiaanku juga.” Jawab Fahmi. “Thanks banget yah, ternyata dia baik juga yah, aku janji tidak akan lagi nyakitin dia lagi, tapi….. disini kan aku cuman pacaran hanya untuk balasin dendam Dian dan Remi. Aduhh,,,, kog saat-saat seperti aku masih mikirin hal-hal gituan..!”. Kata Selly dalam hati. Tiba-tiba tangan Selly diraik oleh Fahmi. “Ayo buruan, mending kita balik sekarang ajjah.” Kata Fahmi sambil menyalakan motornya dan segera menuju rumah Selly sebelum hujan turun.
Keesokan harinya sebelum berangkat kuliah Fahmi mendapat teguran dari Dimas “Fahmi, kamu sadar tidak ? Selama ini Selly itu kayaknya hanya manfaatin kamu, kamu yang tegas dong !” Tegur Dimas.”Tapi aku have fun ajjah kok” jawab Fahmi sambil menerobos posisi Dimas dan segera menuju kampus.
Sesampainya di gerbang kampus, Fahmi bertemu dengan Selly yang sedang duduk sambil membaca sebuah buku. Fahmi langsung mengajak Selly masuk ke kelas. Tapi sesampainya mereka didepan kelas Fahmi, Selly langsung berubah fikiran”Fah, kamu duluan masuk kelas ajjah dulu, aku mau balikin buku ke perpustakaan dulu, takutnya entar kelupaan lagi” kata Selly sambil bergegas menuju perpustakaan.
Ketika Selly meninggalkan Fahmi dikelas dan berangkat menuju perpustakaan, tiba-tiba Dimas & Asta berdiri dan menghadang jalan Selly. “Sekali lagi aku tanya, kamu bisa tidak merubah sifat egois kamu itu ke Fahmi?”Kata Asta emosi.”Kalian itu seharusnya mikir, Fahmi itu sudah cukup beruntung, tiap hari jalan bareng aku, makan bareng aku, dan kalian juga harus bersyukur, Fahmi juga sudah bisa punya pacar walaupun hanya bohongan. Jadi gag usah rese’… Lagian kalian juga harus ingat, aku terima Fahmi hanya untuk menjadi senjata ampuh buat kalian berdua!” jawab Selly lantang. Tapi setelah kata-kata Selly terucap, Dimas & Asta tertunduk menyesal sambil mengatakan permintaan maaf mereka kepada Fahmi yang sedang berdiri dibelakang Selly hingga akhirnya Selly pun sadar bahwa perbincangannya tadi terdengar langsung oleh Fahmi.”Terima kasih yah buat kata-katamu dna kemunafikanmu selama ini, aku tak menyangka kamu setega ini. Dan ini, aku cuman ingin balikin Album kamu” kata Fahmi sambil melempar album tersebut.
Selly mencoba meraih jemari Fahmi namun Fahmi malah menjauhkan tangannya dan berkata”Dan satu lagi, mulai sekarang kita putus”. Sambil berjalan menuju parkiran.
Sesampainya dirumah Fahmi langsung menghamburkan semua barang yang ada dihadapannya.”kalian sadar tidak, karena kalian aku juga ikut disakitin, kalian tidak pernah tahu apa yang aku rasakan.” Teriak Fahmi sambil menghantamkan pemukul golf ketelevisi. Dimas dan Asta tak bisa melakukan apa-apa. Fahmi berdiri lesu, meneteskan air mata dan perlahan tersungkur duduk merepat kesudut ruangan. Asta dan Dimas tanpa kata-kata langsung mendekap dan memeluk Fahmi.”Fah, maafin aku lagian juga masih banyak yang lain dan lebih dari dia” kata Asta menghibur.”Tapi tentu juga kan aku akan suka”jawab Fahmi menggertak sambil mendorong Asta dan Dimas keluar dari kamarnya. Dan segera dia arahkan tubuhnya ke sebuah cermin dan berkata dalam hati “Aku harus membuktikan aku juga bisa, dan akan merubah diriku sejak dini juga.”
Dia masih tertidur lesu dalam kamarnya dan mengambil selembar foto Selly dalam dompetnya. Dan kemudian mengambil sebuah korek api lalu membakar foto tersebut.
Keesokan harinya, Dian dan Remi kaget mendengar berita yang dibawakan oleh Dimas pagi-pagi sekali dikampus bahwa Fahmi sedang sakit dan hanya tertidur dalam kamarnya dimana dia tidak sama sekali ingin makan ataupun keluar kamar. Mereka juga mengajak Selly untuk ikut kerumah Fahmi. Namun Selly ngotot untuk lebih dahulu ke kafe untuk makan sebelum kerumah Selly. “Ah,, Entar saja, mending kita makan saja dulu lapar nih. Dna pokoknya kalian harus ikut.” Jawab Selly ngotot.
Ketika mereka berjalan menuju kafe tiba-tiba sebuah motor besar melintas kencang dan hampir menabrak Selly.”Hey….. Kalau mengemudi liat-liat dong, atau kubakar motor kamu!”kata Selly sambil menahan emosinya.”Bakar saja kalau berani!”kata Fahmi sambil melepaskan helmnya. Selly hanya terdiam dan agak terkejut dengan perubahan style Fahmi yang begitu cepat dan segera beranjak meninggalkan lokasi tersebut.
“Setelah perubahan Fahmi yang begitu mendadak, Selly sering melamun dan menghayal”curhat Remi ke Dian dan juga kepada Dimas & Asta.”Tapi kan itu juga kesalahan Selly sendiri” jawab Asta kecewa. Dilain pihak, Selly yang sedang sarapan dikampus hanya bisa pasrah dan beranjak meninggalkan tempat tersebut ketika melihat Fahmi yang tengah dikerumuni banyak rekan mahasiswa dikampusnya dimana sebenarnya dengan sengaja Fahmi memperlihatkan kepada Selly bahwa ia juga bisa seperti Dimas & Asta atau pun pria - pria lainnya.
Dikelas, Selly kembali melihat Fahmi yang sedang dikerumuni rekan – rekannya, malahan kali ini dia harus lebih bersabar saat seorang bidadari kelasnya menembak Fahmi dengan penuh percaya diri. “Ualah, akhirnya aku punya kesempatan juga untuk menyakiti hati Selly. Mumpung dia lagi lirik aku ditembak Riska, mending aku terima saja” kata Fahmi dan dengan spontan menerima Riska dan tanpa sadar bahwa kejadian tersebut juga diketahui oleh Remi yang tidak sengaja lewat didepan kelasnya. Selly yang sedang mendengarkan perbincangan Fahmi dengan Riska memilih untuk keluar kelas dan mtenuju perpustakaan.
Remi yang mengetahui peristiwa tersebut, mengadakan sebuah pertemuan di bar café yang dihadiri oleh Dimas, Asta dan juga Dian untuk membahas kejadian tersebut dan mencoba melakukan sesuatu untuk dapat membuat Fahmi dan Selly dan jadian kembali. Namun ketika mereka sedang asyik membicarakan hal tersebut, tiba-tiba Fahmi datang untuk ikut gabung bersama mereka dan memperkenalkan Riska kepada Dimas, Asta, Dian dan Remi. Mereka hanya terdiam dan mencoba mengenang masa lalu ketika Fahmi masih culun dahulu. “Eh, gua balik duluan eah, mau ngantarin Riska pulang dulu, lagian masih banyak urusan gua….!” kata Fahmi pamit dan segera beranjak untuk pulang.
Dua minggu sejak kejadian tersebut, Dimas dan Asta pun mulai semakin tidak sabar untuk membuat Fahmi kembali cinta kepada Selly. Dimulai dengan mengadakan meet dan mempertemukan antara Selly dan juga Fahmi disebuah café depan kampus mereka. Saat waktunya telah ditentukan, mereka memberitahukan kepada keduanya untuk hadir dalam pertemuan tersebut. “ Aku ada acara sama anak-anak dan kamu harus juga hadir besok dicafe, OK…?!” kata Asta dan Remi kepada Fahmi dan Selly secara bersamaan walaupun berada ditempat yang berbeda.
Keesokan harinya Asta, Remi, Dian, Dimas dan juga Selly secara bersamaan datang. Sesampainya disana mereka lalu berbincang-bincang sambil memesan makanan masing-masing. “ Perasaan kita janjinya ngumpul jam setengah 10, sekarang kan sudah jam 11, Fahmi jadi datang tidak yah…?, kog lama banget…!” kata Remi mengeluh. “Ualah, aku lupa kasih tahu Fahmi, kalau datangnya jam setengah 10…. Aku telephone dulu yah…!” jawab Asta tersenyum sambil menggenggam HPnya.
Beberapa menit menjelang Fahmi akhirnya datang, namun yang tak terduga Fahmi datang tak sendiri tapi dia didampingi oleh Riska sambil berpegangan tangan. “Hey,,,, sorry,,,, aku tidak tahu kalau acaranya sekarang…. Jadi aku tak sempat antarin Riska balik dulu…. Jadi aku ajakin kesini saja.. Tidak apa-apa kan…?”kata Fahmi sambil mempersilahkan Riska duduk. Asta dan yang lainnya kaget, sementara itu Selly langsung berlari menuju parkiran dan sempat meneteskan air mata. Saat dia mengemudi mobilnya tiba-tiba dia melihat geng yang sedang mengemudi sepeda motor lewat didepannya. “Itu kan Wawan…?” kata Selly heran melihat mantannya saat masa-masa pendaftaran dahulu.
Setelah beberapa menit termenung didalam mobil mencoba melupakan kejadian tadi, perasaannya langsung tidak enak. Dia langsung mengejar kemana Wawan pergi bersama gengnya. Ternyata benar feeling Selly. Dia menemukan Fahmi yang tergeletak lesu dipinggir jalan dan terluka lebam di banyak bagian organ tubuhnya terutama bagian wajah. Selly langsung membantu Fahmi untuk bangun. “ Kamu gapapah kan..?” kata Selly sambil membantu Fahmi.”Tidak usah, sudah puas kan…! lagian kamu pikir aku bego’ yah,..? aku tahu,,, pasti kamu kan yang menyuruh preman-preman itu buat gebukin aku..?” kata Fahmi sambil menghindari tangan Selly yang mencoba memegangnya dan langsung pergi. “Fah, tunggu…. Aku Cuma pengen bilang kalau aku masih sayang sama kamu…” teriak Selly. “Kamu sudah siksa aku luar dalam tahu tidak… Dan satu lagi,, sayang kamu itu tidak penting buatku…!” kata Fahmi sambil terus berjalan menuju kearah motornya yang terparkir.
Semenjak kejadian itu Selly semakin sering melamun dan terus menangis. Sesaat dia dikolam renang ditemani oleh kedua sepupunya sambil curhat dia menangis dengan sangat kecewa bercampur menyesal sudah menyianyiakan Fahmi yang sudah sangat mencintainya selama ini. Namun semua sudah berakhir, tak ada gunanya lagi untuk menyesali semuanya. Beberapa menit kemudian dia berjalan kekamarnya dan mengambil sebuah koper. “Kamu mau kemana…? Kog malah nekat gini…?” kata Remi bingung.” Kami berjanji untuk bantuin kamu, biar bisa kembali seperti dahulu lagi…?” sambung Dian. “ Percuma, dia sudahn tidak butuh aku lagi” bentak Selly.”Aku titip surat saja buat Fahmi”sambung Selly sambil berjalan mencari pena dan selembar kertas.
Beberapa menit kemudian Selly memberikan surat tersebut yang dibungkus dengan selembar amplop tebal. Dengan berat hati Dian menerima surat tersebut.”Yah sudahlah kalau itu maunya kamu…. Nanti aku sampaikan surat ini ke Fahmi…. Tapi jaga dirimu baik-baik yah….” kata Remi sedih sambil perlahan memeluk Selly. “Ia kog, aku kan sudah dewasa.. Aku bisa jaga diri kog, lagian aku pergi paling Cuma 2-3 bulan saja kog….” jawab Selly yakin.
Tak butuh waktu lama, Selly pun akhirnya pergi dengan membawa barang-barangnya dengan sebuah koper ukuran sedang lalu dia naikkan kedalam bagasi mobilnya.”Daahhh…. Berikan suratnya ke Fahmi yah..” kata Selly sambil melambaikan tangannya.
Setelah bebrapa menit kepergian Selly, Dian dan Remi langsung pergi ke rumah Fahmi untuk mengantarkan amanah dari Selly. ”Fah,Fah,… Ini ada titipan dari Selly” kata Remi setelah sampai ke rumah 3NiceBoy sambil menerobos pintu dan langsung menuju ruang santai. Disana mereka melihat Dimas,Fahmi dan Asta yang sedang asyik main game. Fahmi yang juga kaget langsung membentak Remi “Emangnya seberapa penting siih surat itu, lagian gag ada untungnya juga kali buat gua” kata Fahmi. “Tapi gag ada salahnya juga kan kamu baca.. Dikit saja..” jawab Dian sambil mengulurkan tangannya.
Tanpa pikir panjang akhirnya Fahmi mau membaca surat dari Selly tersebut .
Jumat, 03 April 2013
Dear Fahmi,
Aku akui aku sudah salah banget manfaatin kamu, tapi tanpa aku sadari akhirnya sedikit demi sedikit aku jatuh hati sama kamu. Aku baru sadar kalau pada akhirnya aku harus kehilanganmu, dan semua itu karena kesalahanku sendiri,, telah melakukan semua ini padamu.
Bersamaan dengan surat ini aku ingin banget kamu tahu aku masih sayang sama kamu…..
Tapi semua sudah terlambat, kamu sudah jauh pergi dan meninggalkanku…. Namun aku juga ingin minta maaf sama kamu atas semua kenangan kita di masa lalu………
Mungkin dengan kepergianku kamu bisa memaafkanku dan bahagia dengan kekasihmu….
Thanks…. I hope you can forgive me & give me one more time…..
                                                                                                                     
                                                                                                                       Selly
Beberapa menit setelah membaca surat tersebut, Fahmi langsung loncat dari sofa dan berlari mengambil switter tipis pemberian dari Selly yang masih ia simpan dan kemudian ngebut menuju bandara. Sesampainya di bandara, dia langsung bertanya di tempat pembelian ticket. Dia Nampak mondar-mandir hingga sampai dia langsung menerobos pintu masuk bandara ketika pengeras suara mengumumkan bahwa satu-satunya pesawat yang akan menuju ke Pekanbaru sudah akan berangkat beberapa menit lagi. Dia langsung terus mencari apa yang ia cari. Setelah putus asa mencari Selly, dia malah menyesal dengan apa yang telah ia lakukan.
Beberapa menit kemudian dia membalikkan badannya dengan kekecawaan yg membara baginya. Namun saat Fahmi melihat sesosok wanita cantik didepannya yang sedang berjalan menuju tangga pesawat, dia langsung kembali semangat. “Sell, aku minta maaf, jangan pergi, aku juga masih saying sama kamu” teriak Fahmi keras. Selly yang heran melihat Fahmi datang, langsung berlari sambil tersenyum dan sempat meneteskan air mata dan kemudian memeluk Fahmi dengan erat.


 Cerpen By Andy Raditya

Tidak ada komentar: