“ Tok tok tok”, bunyi ketokan pintu. “ Dimas, Asta, ayo
bangun, sudah siang tau!”. Fahmi yang sudah siap berangkat ke kampus,
menyempatkan diri membangunkan kedua sepupunya.
“Dimas,
terlahir sebagai seseorang yang cuek, manis, dan tampan, sementara Asta
sebagai karakter yang maco, cool, dan rupawan. Sedangkan aku, aku
norak, pemalu, pokoknya cupu gitu”. Kata-kata itu selalu hadir dalam
benakku.
Dimas
dan Asta memang lebih dari Fahmi, tapi mereka adalah tipe cowok yang
playboy dan Killer Girls, lain dengan Fahmi, walaupun norak tapi hatinya
sangat baik. Dimas dan Asta sangat merasa kasihan kepada Fahmi, karena
tak satupun cewek yang suka apalagi mau pacaran dengan Fahmi.
“Fah,
kamu harus belajar menjadi cowok yg keren jangan norak gitu. Dari
pakaianmu, potongan rambut, sampai cara jalan kamu, persis orang tua.”
Kata Dimas. ”Iya betul, kami tidak bisa melihat kamu seperti ini.”
Sambung Asta. “ Itu style kalian, aku punya gaya tersendiri kawan” jawab
Fahmi sambil menonton TV.
“Aku
memang norak, tapi apakah kalian mau mengajariku un tuk itu ?” Jawab
Fahmi lagi.” Untuk saudara kesayanganku kami pasti mau sob !” Jawab
Dimas serius.
Setelah
seharian belajar, walaupun grogi Fahmi muali merubah sikapnya. Keesokan
harinya, dikampus Asta menanyakan soal target Fahmi. “Targetku hanya
dua orang, yang pertama Dian, kalau gagal aku bakal coba nembak Remi”
jawab Fahmi semangat.
Fahmi,
Dimas, dan Asta mulai mendekati target pertama yang sedang duduk
didepan kantin. Fahmi pun akhirnya disuruh mendekati target sendirian.
Dengan gugup perlahan dia mendekati Dian, sambil duduk di depannya. “
Hay, gua Fahmi, boleh kenalan kan ?” kata Fahmi gugup dan terbata-bata.
Dian tampaknya mulai tak senang dengan datangnya Fahmi, lalu berkata
”Hey kalau mau kenalan ngaca dalu dong” sambil memberikan sebuah cermin
kepada Fahmi.
Dimas
dan Asta mulai kecewa. Tapi mereka masih berharap agar target kedua
bisa berhasil dengan sempurna. Mereka bertiga mulai mendekati target
yang sedang online disalah satu Bar Warkop di dalam lokasi kampus. “
Hey, aku Fahmi boleh kenalan gag, aku juga pengen ngobrol-ngobrol
sedikit tentang makanan kesukaan aku” kata Fahmi basa-basi.” Aku tuh
paling suka makan mie. Soalnya dia tuh kriting-kriting sama kaya’ rambut
kamu !” sambung Fahmi lagi. “ Hey, kamu jangan ngaco’ rambut aku tuh
ombakan, bukan kriting, badan kamu ajah tuh yang kurang vitamin.” Kata
Remi sambil bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Keesokan harinya Fahmi bertemu dengan Dian dan Remi yang
sedang berjalan menuju kelas kemudian dia menyapanya. Tapi sapaan Fahmi
direspon dengan tidak enak oleh mereka berdua sambil berkata “Sebaiknya
mulai sekarang kamu tidak usah lagi gangguin kita lagi, karena kami
sudah punya Duo Star di kampus ini. Duo Star dikampus yang dimaksud
adalah dua cowok yang paling banyak orang mengaguminya, yang tak lain
adalah Dimas dan Asta sendiri.
Bergegas Fahmi mencari kedua sepupunya tersebut. “Kalian gila yah, kalian tahu kan aku itu suka banget sama Dian dan Remi
tapi kenapa kalian pacaran sama mereka ?” Tanya Fahmi kecewa. “ Kamu
jangan khawatir” jawab Dimas. “ Kami cuma mau beri mereka pelajaran,
Karena sudah menyakitimu” sambung Asta.” Kalian tidak usah ikut campurin
urusan aku, karena aku bisa kog, atasi ini sendirian.” Jawab Fahmi. “
Kamu diam disitu dan tenang, kami hanya ingin membalas apa yang telah
mereka lakukan kepadamu, gag lebih.” Jawab Dimas jujur. Tapi dibalik
pembicaraan mereka bertiga, ternyata ada seseorang yang nguping
percakapan mereka dan tanpa disadari oleh Fahmi maupun kedua sepupunya.
Dia adalah Selly, sahabat sejak kecil Dian maupun sepupunya Remi.
Selly
yang mendengar semua percakapan Fahmi kemudian memberitahukan apa yang
telah ia dapatkan kepada Dian dan Remi, tapi dia tak mendapatkan respon
positif sedikitpun. “ Sell, kalau kamu tidak suka dengan hubungan kita,
kamu tidak usah mencela Duo Star tersebut.” Jawab Dian atas pernyataan
yang disampaikan oleh Selly. “ Emang sih, mereka berdua dikenal sebagai
cowok yang suka ganti-ganti pacar, tapi kami yakin kalau dia tidak akan
melakukan itu kepada kami, karena dia telah berjanji pada kita-kita.
Malamnya
Dimas meminta kepada Remi untuk ketemuan di sebuah café. Disana Dimas
minta putus kepada Remi, dengan alasan bahwa dia merasa tidak bisa
menjadi yang terbaik untuk Remi. Setelah mengatakan hal tersebut, ia
langsung keluar dari café, dan kemudian langsung menelpon Asta. “Gimana
misi kamu, sukses kan? Sekarang aku juga sudah sukses nih! Ok, aku
langsung pulang kerumah yah?” Kata Dimas saat menelpon Asta.
Dua
hari kemudian, Selly yang datang berkunjung kerumah Dian dan Remi
tiba-tiba kaget melihat kedua sahabatnya tengah menangis sampai-sampai
kedua matanya bengkak. ”Sudah gua bilang kan, tau gag kalian berdua itu
sudah nyakitin hati adik kesayangan Dimas dan Asta tersebut, dah kapok
kan?” Kata Selly sambil beranjak berangkat ke kampus.
Dikampus,
Fahmi yang jadwal mata kuliahnya sudah kelar, berangkat menuju
Perpustakaan” Pelajaran dah kelar, dari pada cabut mending ke perpus
dulu kali yah, sekalian nyari ensiklopedi buat bahan presentasi besok”
Kata Fahmi pelan. Sesampainya disana, dia langsung mencari buku yang dia
maksud, tapi setelah menemukan buku tersebut tiba-tiba seseorang juga
ingin menggunakan buku tersebut, setelah menatap wajah orang tersebut,
Fahmi langsung terdiam seperti orang yang sedang kaget, ternyata orang
tersebut adalah Selly, dan akhirnya mereka berdua rebutan, sepertinya
mereka berdua sangat membutuhkan buku tersebut.” Heh, kamu ttuh kenapa
ssih, asal ceplos ajjah, yang dulan ambil nnih buku kan aku” kata Fahmi
ngotot.“ Tapi paling tidak kan kamu tuh harus ngalah, km kan cowok”
jawab Selly.”Kalau begitu gini ajah, setelah aku sudah pakai nih buku
aku akan kasih langsug kekamu, gimana?” sambung Fahmi.”Yasudah, aku gag
mau tau, besok kamu harus ngasih tuh buku ke aku pagi-pagi” jawab Selly
lagi. Karena kelicikan Fahmi, dia mampu meminjam buku tersebut terlebih
dahulu.
Disisi
lain, Dian dan Remi sedang merancang strategi agar mereka dapat balikan
dengan Dimas dan Asta. Dan pada akhirnya mereka pun sepakat untuk
meminta bantuan Selly.
Keesokan
harinya Fahmi yang datang agak lebih cepat dari biasanya, berlari
menuju depan perpustakaan 2 bagian barat kampus.”Eh…. sorry…. Aku telat
yah?” kata Fahmi tergesa-gesa.”Gag usah ngomong, emang dah kebiasaan
kamu kan telat kekampus, mana bukunya?”. Jawab Selly lantang.”Yaudah,
ini bukunya.. Tapi ngomong-ngomong kamu ada waktu luang dikit gag tar
malam, hmmmmb, buat dinner?” tanya Fahmi.” Hhhhmmm, gimana yah,,,
mungkin ada sih… Tapi gaboleh agak kemalaman baliknya?”balas Selly lagi
agak kel.hatan kesal.
Malamnya,
dicafe mereka berbincang tentang kehidupan Fahmi. Tapi setelah Fahmi
mendapatkan kesempatan, dengan gugup pun dia akhirnya mampu menembak
Selly.”Sell, kamu mau gag, jadi!!”tanyanya gugup dan terbata-bata.”Jadi
apa?” tanya Selly menggertak. Dan kemudian Fahmi menjawab dengan cepat“
jadi pacarku??”. Selly terdiam ”Kalau bukan karena dendam Dian dan Remi,
aku tidak bakalan mau jadi pacar kamu”. Beberapa menit kemudian, Selly
langsung menjawab”Ia aku mau, tapi kamu jangan genit!”.
Hari
demi hari mereka lalui bersama, dikampus maupun diluar kampus mereka
sangat sering jalan bareng. Tapi Selly terlihat hanya memanfaatkan
Fahmi. Dimas dan Asta setiap hari melihat perbuatan egois Selly terhadap
Fahmi. Sampai pada suatau hari, Fahmi mendapat teguran dari Dimas agar
Fahmi bertindak tegas pada Selly ”Fah, seharusnya kamu itu harus bisa
melawan apa yang telah diperlakukan Selly sama kamu, kamu itu cowok,
kamu harus lebih tegas sedikit!” Kata Dimas keras. “Apapun yang kamu
bilang, semuanya tidak akan merubah sikap aku terhadap dia, aku sudah
cukup bahagia seperti ini walaupun dia bersikap seperti itu kepada aku”
jawab Fahmi mengelak.
Keesokan
harinya, Asta yang sudah tidak bisa menahan amarahnya atas perlakuan
Selly, akhirnya mengambil langkah tegas. “Hey…. Kamu bisa tidak merubah
sikap kamu, kamu itu sangat egois, tahu tidak?” Tegur Asta. Selly hanya
menatap mata Asta dan terus menerobos melewati Asta yang sedang berada
didepannya tanpa sepatah katapun.
Diperpustakaan,
Selly terus memikirkan kata-kata Asta, dia terdiam dan melamun sambil
inrospeksi diri. Tak lama kemudian tiba-tiba HPnya bergetar dan langsung
mengangkatnya. ”Sell, sebentar malam ada waktu tidak, aku ingin
mengajak kamu dinner!”. Kata Fahmi. “Yah sudah, kayaknya sebentar malam
jadwal aku kosong, jadi tidak ada salahnya kita keluar.” Jawab Selly. “
Ok, terima kasih banget, jadi sebentar malam aku jemput dirumah kamu
dahh…!”. Sambung Fahmi lagi.
Malamnya
Fahmi yang sudah berjanji akan mengajak Selly dinner, akhirnya mulai
bergegas meninggalkan rumahnya dengan menggunakan sebuah motor berjalan
menuju rumah Selly. Sesampainya dirumah Selly, dia langsung menelpon
Selly lagi. Tapi tidak ada yang ngangkat panggilan tersebut. Fahmi
kebingungan, lalu dia langsung manuju pintu masuk. Saat dia mengayunkan
tangannya untuk mengetuk pintu,
tiba-tiba
pintunya langsung terbuka. Fahmi terdiam melihat penampilan Selly yang
super cantik pada malam itu. Beberapa menit kemudian, mereka langsung
menuju Café tempat mereka akan dinner.
Sesampainya
disana, Fahmi langsung memesan makanan dan memberikan kuotanya kepada
Selly. Acara dinner mereka berdua terasa sangat sepi, karena mereka
berdua hanya diam dan kadang hanya bertatap mata saja, terasa kurang
romantis. Tak lama waktu terasa hingga menunjukkan jam 9 malam. Mereka
berdua bergegas dan langsung menuju parkiran untuk segara pulang. Tapi
ditengah jalan Fahmi menghentikan laju motornya, dan mengajak Selly ke
suatu tempat. Fahmi mengambil sehelai kain hitam dan menutup mata Selly.
Fahmi
memasukkan tanganya kedalam kantung celananya dan berkata “Sell,
sekarang kamu boleh buka matamu”. Dengan sangat terharu dan senang,
Selly hanya bisa terdiam saat Fahmi memberikan sebuah cincin kepada
Selly. “Fah, terimah kasih banget yagh, aku gag nyangka kamu seromantis
ini.” Kata Selly kemudian. “Iya, aku akan melakukan apapun untuk
membuatmu bahagia, karena kebahagiaan kamu itu kebahagiaanku juga.”
Jawab Fahmi. “Thanks banget yah, ternyata dia baik juga yah, aku janji
tidak akan lagi nyakitin dia lagi, tapi….. disini kan aku cuman pacaran
hanya untuk balasin dendam Dian dan Remi. Aduhh,,,, kog saat-saat
seperti aku masih mikirin hal-hal gituan..!”. Kata Selly dalam hati.
Tiba-tiba tangan Selly diraik oleh Fahmi. “Ayo buruan, mending kita
balik sekarang ajjah.” Kata Fahmi sambil menyalakan motornya dan segera
menuju rumah Selly sebelum hujan turun.
Keesokan
harinya sebelum berangkat kuliah Fahmi mendapat teguran dari Dimas
“Fahmi, kamu sadar tidak ? Selama ini Selly itu kayaknya hanya manfaatin
kamu, kamu yang tegas dong !” Tegur Dimas.”Tapi aku have fun ajjah kok”
jawab Fahmi sambil menerobos posisi Dimas dan segera menuju kampus.
Sesampainya
di gerbang kampus, Fahmi bertemu dengan Selly yang sedang duduk sambil
membaca sebuah buku. Fahmi langsung mengajak Selly masuk ke kelas. Tapi
sesampainya mereka didepan kelas Fahmi, Selly langsung berubah
fikiran”Fah, kamu duluan masuk kelas ajjah dulu, aku mau balikin buku ke
perpustakaan dulu, takutnya entar kelupaan lagi” kata Selly sambil
bergegas menuju perpustakaan.
Ketika
Selly meninggalkan Fahmi dikelas dan berangkat menuju perpustakaan,
tiba-tiba Dimas & Asta berdiri dan menghadang jalan Selly. “Sekali
lagi aku tanya, kamu bisa tidak merubah sifat egois kamu itu ke
Fahmi?”Kata Asta emosi.”Kalian itu seharusnya mikir, Fahmi itu sudah
cukup beruntung, tiap hari jalan bareng aku, makan bareng aku, dan
kalian juga harus bersyukur, Fahmi juga sudah bisa punya pacar walaupun
hanya bohongan. Jadi gag usah rese’… Lagian kalian juga harus ingat, aku
terima Fahmi hanya untuk menjadi senjata ampuh buat kalian berdua!”
jawab Selly lantang. Tapi setelah kata-kata Selly terucap, Dimas &
Asta tertunduk menyesal sambil mengatakan permintaan maaf mereka kepada
Fahmi yang sedang berdiri dibelakang Selly hingga akhirnya Selly pun
sadar bahwa perbincangannya tadi terdengar langsung oleh Fahmi.”Terima
kasih yah buat kata-katamu dna kemunafikanmu selama ini, aku tak
menyangka kamu setega ini. Dan ini, aku cuman ingin balikin Album kamu”
kata Fahmi sambil melempar album tersebut.
Selly
mencoba meraih jemari Fahmi namun Fahmi malah menjauhkan tangannya dan
berkata”Dan satu lagi, mulai sekarang kita putus”. Sambil berjalan
menuju parkiran.
Sesampainya
dirumah Fahmi langsung menghamburkan semua barang yang ada
dihadapannya.”kalian sadar tidak, karena kalian aku juga ikut disakitin,
kalian tidak pernah tahu apa yang aku rasakan.” Teriak Fahmi sambil
menghantamkan pemukul golf ketelevisi. Dimas dan Asta tak bisa melakukan
apa-apa. Fahmi berdiri lesu, meneteskan air mata dan perlahan
tersungkur duduk merepat kesudut ruangan. Asta dan Dimas tanpa kata-kata
langsung mendekap dan memeluk Fahmi.”Fah, maafin aku lagian juga masih
banyak yang lain dan lebih dari dia” kata Asta menghibur.”Tapi tentu
juga kan aku akan suka”jawab Fahmi menggertak sambil mendorong Asta dan
Dimas keluar dari kamarnya. Dan segera dia arahkan tubuhnya ke sebuah
cermin dan berkata dalam hati “Aku harus membuktikan aku juga bisa, dan
akan merubah diriku sejak dini juga.”
Dia
masih tertidur lesu dalam kamarnya dan mengambil selembar foto Selly
dalam dompetnya. Dan kemudian mengambil sebuah korek api lalu membakar
foto tersebut.
Keesokan
harinya, Dian dan Remi kaget mendengar berita yang dibawakan oleh Dimas
pagi-pagi sekali dikampus bahwa Fahmi sedang sakit dan hanya tertidur
dalam kamarnya dimana dia tidak sama sekali ingin makan ataupun keluar
kamar. Mereka juga mengajak Selly untuk ikut kerumah Fahmi. Namun Selly
ngotot untuk lebih dahulu ke kafe untuk makan sebelum kerumah Selly.
“Ah,, Entar saja, mending kita makan saja dulu lapar nih. Dna pokoknya
kalian harus ikut.” Jawab Selly ngotot.
Ketika
mereka berjalan menuju kafe tiba-tiba sebuah motor besar melintas
kencang dan hampir menabrak Selly.”Hey….. Kalau mengemudi liat-liat
dong, atau kubakar motor kamu!”kata Selly sambil menahan emosinya.”Bakar
saja kalau berani!”kata Fahmi sambil melepaskan helmnya. Selly hanya
terdiam dan agak terkejut dengan perubahan style Fahmi yang begitu cepat
dan segera beranjak meninggalkan lokasi tersebut.
“Setelah
perubahan Fahmi yang begitu mendadak, Selly sering melamun dan
menghayal”curhat Remi ke Dian dan juga kepada Dimas & Asta.”Tapi kan
itu juga kesalahan Selly sendiri” jawab Asta kecewa. Dilain pihak,
Selly yang sedang sarapan dikampus hanya bisa pasrah dan beranjak
meninggalkan tempat tersebut ketika melihat Fahmi yang tengah dikerumuni
banyak rekan mahasiswa dikampusnya dimana sebenarnya dengan sengaja
Fahmi memperlihatkan kepada Selly bahwa ia juga bisa seperti Dimas &
Asta atau pun pria - pria lainnya.
Dikelas,
Selly kembali melihat Fahmi yang sedang dikerumuni rekan – rekannya,
malahan kali ini dia harus lebih bersabar saat seorang bidadari kelasnya
menembak Fahmi dengan penuh percaya diri. “Ualah, akhirnya aku punya
kesempatan juga untuk menyakiti hati Selly. Mumpung dia lagi lirik aku
ditembak Riska, mending aku terima saja” kata Fahmi dan dengan spontan
menerima Riska dan tanpa sadar bahwa kejadian tersebut juga diketahui
oleh Remi yang tidak sengaja lewat didepan kelasnya. Selly yang sedang
mendengarkan perbincangan Fahmi dengan Riska memilih untuk keluar kelas
dan mtenuju perpustakaan.
Remi
yang mengetahui peristiwa tersebut, mengadakan sebuah pertemuan di bar
café yang dihadiri oleh Dimas, Asta dan juga Dian untuk membahas
kejadian tersebut dan mencoba melakukan sesuatu untuk dapat membuat
Fahmi dan Selly dan jadian kembali. Namun ketika mereka sedang asyik
membicarakan hal tersebut, tiba-tiba Fahmi datang untuk ikut gabung
bersama mereka dan memperkenalkan Riska kepada Dimas, Asta, Dian dan
Remi. Mereka hanya terdiam dan mencoba mengenang masa lalu ketika Fahmi
masih culun dahulu. “Eh, gua balik duluan eah, mau ngantarin Riska
pulang dulu, lagian masih banyak urusan gua….!” kata Fahmi pamit dan
segera beranjak untuk pulang.
Dua
minggu sejak kejadian tersebut, Dimas dan Asta pun mulai semakin tidak
sabar untuk membuat Fahmi kembali cinta kepada Selly. Dimulai dengan
mengadakan meet dan mempertemukan antara Selly dan juga Fahmi disebuah
café depan kampus mereka. Saat waktunya telah ditentukan, mereka
memberitahukan kepada keduanya untuk hadir dalam pertemuan tersebut. “
Aku ada acara sama anak-anak dan kamu harus juga hadir besok dicafe,
OK…?!” kata Asta dan Remi kepada Fahmi dan Selly secara bersamaan
walaupun berada ditempat yang berbeda.
Keesokan
harinya Asta, Remi, Dian, Dimas dan juga Selly secara bersamaan datang.
Sesampainya disana mereka lalu berbincang-bincang sambil memesan
makanan masing-masing. “ Perasaan kita janjinya ngumpul jam setengah 10,
sekarang kan sudah jam 11, Fahmi jadi datang tidak yah…?, kog lama
banget…!” kata Remi mengeluh. “Ualah, aku lupa kasih tahu Fahmi, kalau
datangnya jam setengah 10…. Aku telephone dulu yah…!” jawab Asta
tersenyum sambil menggenggam HPnya.
Beberapa
menit menjelang Fahmi akhirnya datang, namun yang tak terduga Fahmi
datang tak sendiri tapi dia didampingi oleh Riska sambil berpegangan
tangan. “Hey,,,, sorry,,,, aku tidak tahu kalau acaranya sekarang…. Jadi
aku tak sempat antarin Riska balik dulu…. Jadi aku ajakin kesini saja..
Tidak apa-apa kan…?”kata Fahmi sambil mempersilahkan Riska duduk. Asta
dan yang lainnya kaget, sementara itu Selly langsung berlari menuju
parkiran dan sempat meneteskan air mata. Saat dia mengemudi mobilnya
tiba-tiba dia melihat geng yang sedang mengemudi sepeda motor lewat
didepannya. “Itu kan Wawan…?” kata Selly heran melihat mantannya saat
masa-masa pendaftaran dahulu.
Setelah
beberapa menit termenung didalam mobil mencoba melupakan kejadian tadi,
perasaannya langsung tidak enak. Dia langsung mengejar kemana Wawan
pergi bersama gengnya. Ternyata benar feeling Selly. Dia menemukan Fahmi
yang tergeletak lesu dipinggir jalan dan terluka lebam di banyak bagian
organ tubuhnya terutama bagian wajah. Selly langsung membantu Fahmi
untuk bangun. “ Kamu gapapah kan..?” kata Selly sambil membantu
Fahmi.”Tidak usah, sudah puas kan…! lagian kamu pikir aku bego’ yah,..?
aku tahu,,, pasti kamu kan yang menyuruh preman-preman itu buat gebukin
aku..?” kata Fahmi sambil menghindari tangan Selly yang mencoba
memegangnya dan langsung pergi. “Fah, tunggu…. Aku Cuma pengen bilang
kalau aku masih sayang sama kamu…” teriak Selly. “Kamu sudah siksa aku
luar dalam tahu tidak… Dan satu lagi,, sayang kamu itu tidak penting
buatku…!” kata Fahmi sambil terus berjalan menuju kearah motornya yang
terparkir.
Semenjak
kejadian itu Selly semakin sering melamun dan terus menangis. Sesaat
dia dikolam renang ditemani oleh kedua sepupunya sambil curhat dia
menangis dengan sangat kecewa bercampur menyesal sudah menyianyiakan
Fahmi yang sudah sangat mencintainya selama ini. Namun semua sudah
berakhir, tak ada gunanya lagi untuk menyesali semuanya. Beberapa menit
kemudian dia berjalan kekamarnya dan mengambil sebuah koper. “Kamu mau
kemana…? Kog malah nekat gini…?” kata Remi bingung.” Kami berjanji untuk
bantuin kamu, biar bisa kembali seperti dahulu lagi…?” sambung Dian. “
Percuma, dia sudahn tidak butuh aku lagi” bentak Selly.”Aku titip surat
saja buat Fahmi”sambung Selly sambil berjalan mencari pena dan selembar
kertas.
Beberapa
menit kemudian Selly memberikan surat tersebut yang dibungkus dengan
selembar amplop tebal. Dengan berat hati Dian menerima surat
tersebut.”Yah sudahlah kalau itu maunya kamu…. Nanti aku sampaikan surat
ini ke Fahmi…. Tapi jaga dirimu baik-baik yah….” kata Remi sedih sambil
perlahan memeluk Selly. “Ia kog, aku kan sudah dewasa.. Aku bisa jaga
diri kog, lagian aku pergi paling Cuma 2-3 bulan saja kog….” jawab Selly
yakin.
Tak
butuh waktu lama, Selly pun akhirnya pergi dengan membawa
barang-barangnya dengan sebuah koper ukuran sedang lalu dia naikkan
kedalam bagasi mobilnya.”Daahhh…. Berikan suratnya ke Fahmi yah..” kata
Selly sambil melambaikan tangannya.
Setelah
bebrapa menit kepergian Selly, Dian dan Remi langsung pergi ke rumah
Fahmi untuk mengantarkan amanah dari Selly. ”Fah,Fah,… Ini ada titipan
dari Selly” kata Remi setelah sampai ke rumah 3NiceBoy sambil menerobos
pintu dan langsung menuju ruang santai. Disana mereka melihat
Dimas,Fahmi dan Asta yang sedang asyik main game. Fahmi yang juga kaget
langsung membentak Remi “Emangnya seberapa penting siih surat itu,
lagian gag ada untungnya juga kali buat gua” kata Fahmi. “Tapi gag ada
salahnya juga kan kamu baca.. Dikit saja..” jawab Dian sambil
mengulurkan tangannya.
Tanpa pikir panjang akhirnya Fahmi mau membaca surat dari Selly tersebut .
Jumat, 03 April 2013
Dear Fahmi,
Aku
akui aku sudah salah banget manfaatin kamu, tapi tanpa aku sadari
akhirnya sedikit demi sedikit aku jatuh hati sama kamu. Aku baru sadar
kalau pada akhirnya aku harus kehilanganmu, dan semua itu karena
kesalahanku sendiri,, telah melakukan semua ini padamu.
Bersamaan dengan surat ini aku ingin banget kamu tahu aku masih sayang sama kamu…..
Tapi
semua sudah terlambat, kamu sudah jauh pergi dan meninggalkanku…. Namun
aku juga ingin minta maaf sama kamu atas semua kenangan kita di masa
lalu………
Mungkin dengan kepergianku kamu bisa memaafkanku dan bahagia dengan kekasihmu….
Thanks…. I hope you can forgive me & give me one more time…..
Selly
Beberapa
menit setelah membaca surat tersebut, Fahmi langsung loncat dari sofa
dan berlari mengambil switter tipis pemberian dari Selly yang masih ia
simpan dan kemudian ngebut menuju bandara. Sesampainya di bandara, dia
langsung bertanya di tempat pembelian ticket. Dia Nampak mondar-mandir
hingga sampai dia langsung menerobos pintu masuk bandara ketika pengeras
suara mengumumkan bahwa satu-satunya pesawat yang akan menuju ke
Pekanbaru sudah akan berangkat beberapa menit lagi. Dia langsung terus
mencari apa yang ia cari. Setelah putus asa mencari Selly, dia malah
menyesal dengan apa yang telah ia lakukan.
Beberapa
menit kemudian dia membalikkan badannya dengan kekecawaan yg membara
baginya. Namun saat Fahmi melihat sesosok wanita cantik didepannya yang
sedang berjalan menuju tangga pesawat, dia langsung kembali semangat.
“Sell, aku minta maaf, jangan pergi, aku juga masih saying sama kamu”
teriak Fahmi keras. Selly yang heran melihat Fahmi datang, langsung
berlari sambil tersenyum dan sempat meneteskan air mata dan kemudian
memeluk Fahmi dengan erat.
Cerpen By Andy Raditya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar